Untuk Marketer dan Entrepreneur: Hati-Hati Dengan Vanity Metrics

Berapa banyak dari Anda yang langsung terkesima lihat screenshot jumlah traffic yang sampai ratusan ribu atau jutaan UV per harinya.

Atau kalau Anda adalah seorang mobile app marketer, apakah Anda takjub lihat app yang memiliki jumlah download sampai ratusan ribu ataupun jutaan?

Biasanya, semakin besar jumlah angkanya kita akan anggap bahwa itu adalah hal yang bagus, yang menunjukkan bahwa website ataupun app tersebut memiliki pertumbuhan yang baik.

Padahal, itu tidak sepenuhnya benar.

Kenapa?

Karena bisa jadi data tersebut tidak memberikan makna apapun, selain hanya menunjukkan jumlah yang besar.

Apakah data tersebut bisa memberikan insight untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis?

Apakah data tersebut bisa digunakan untuk memberitahu apa langkah yang mesti kita lakukan selanjutnya?

Kalau data tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial terkait dengan bisnis ataupun hal lain yang penting, berarti data tersebut adalah Vanity Metrics

Apa Itu Vanity Metrics?

Mungkin ini adalah istilah yang baru Anda dengar. Tapi ini adalah istilah yang penting diketahui dalam Digital Analytics. Begini penjelasan sederhananya…

Vanity Metrics adalah segala data yang membuat kita merasa bangga ataupun puas bila grafik dan angkanya terus naik tetapi data tersebut tidak membantu kita sama sekali ketika akan membuat keputusan penting.

Contohnya, coba perhatikan grafik di bawah ini dan coba jelaskan apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda.

Pasti bingung kan jawabnya?

Dari grafik itu memang terlihat ada spike yang terjadi, tapi apa artinya?

Ya tidak ada artinya.

Bisa saja pada saat itu ada konten kita ada yang di share oleh blogger lain atau ada konten yang viral. Tapi kita tidak tahu secara pasti penyebabnya hanya dari grafik tersebut.

Dan spike tersebut hanya terjadi dalam satu hari, setelah itu data kembali normal.

Dan yang mesti dipikirkan lagi, apakah peningkatan trafik tersebut benar-benar berpengaruh terhadap bisnis kita?

Itulah mengapa Vanity Metrics bukanlah indikator yang baik jika kita ingin mendapatkan insight apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis kita.

Business Goal dan Marketing Goal

Tidak ada gunanya menghitung jumlah trafik kecuali dikaitkan dengan Goal kita

Apapun tool analytics yang kita gunakan baik itu Google Analytics, Piwik, Histats, dan lain sebagainya.

Pastikan bahwa kita sudah tahu secara pasti KPI apa yang akan kita track. Agar kita tidak terfokus untuk mengukur performa dengan vanity metrics.

Di Google Analytics sendiri untuk mendapatkan KPI atau data yang actionable kita harus membuat Goal terlebih dahulu. Kalau website kita berupa ecommerce kita bisa gunakan fitur ecommerce tracking di Google Analytics, begitu juga dengan tool analytics lainnya.

KPI ini sendiri bisa ditentukan dari 2 hal yaitu Business Goal dan Marketing Goal.

Business Goal

Kalau dari Business Goal, berarti kita harus menentukan KPI apa saja yang menunjukkan goal dari bisnis kita.

Biasanya kalau dari business goal, KPI yang ditentukan akan sangat berkaitan dengan revenue, customer ataupun leads, dan juga ROI.

Sehingga, dari KPI tersebut bisa diturunkan metrics seperti:

  • Monthly Revenue
  • Number of Leads
  • Retention Rate
  • Active / Repeat Customers
  • Customer Lifetime Value
  • Return of Investment

Marketing Goal

Jika dikaitkan dengan Marketing Goal, KPI yang ditentukan merupakan gambaran dari hasil campaign marketing yang dijalankan.

Sehingga, metrics yang akan di track bisa berupa:

  • Conversion Rate
  • A/B Test Result
  • Funnel Drop off rate
  • dan lain sebagainya.

“Metrics yang baik adalah metrics yang ditentukan berdasarkan Goal Anda”

Kesimpulan

Terlalu fokus dengan vanity metrics dalam waktu yang lama tidak akan memberikan manfaat untuk pertumbuhan bisnis.

Mulailah melihat perfoma berdasarkan actionable metrics dan fokus terhadap metrics tersebut.

Daripada Anda fokus terhadap metrics dibawah ini:

  • Visitor
  • Pageviews
  • Time on Site

Lebih baik Anda fokus untuk metrics seperti:

  • Revenue
  • Conversion Rate
  • Funnel
  • A/B Test
  • dan lain sebagainya

Karena pada akhirnya yang menentukan website Anda berhasil atau tidak dari segi bisnis bukanlah jumlah trafik yang besar, tapi seberapa besar pengaruh trafik tersebut terhadap pertumbuhan bisnis.

Jadi, apa metrics apa yang penting untuk bisnis Anda? Silahkan share di komentar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *